Aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata aglaos yang berarti terang dan nema yang berarti benang (benang sari). Dengan demikian aglaonema dapat diartikan sebagai pembawa energi ‘terang’.
Selain nama aglaonema, tanaman hias daun ini juga mempunyai nama lain seperti Chinese evergreen. Nama Chinese evergreen diberikan karena orang yang pertama kali membudidayakan adalah orang Cina. Namun, penamaan Chinese evergreen terkadang membingungkan karena ada yang memberikan nama ini untuk jenis Aglaonema modestum, tetapi para botanis, nursery man dan di dalam buku menggunakan nama ini untuk jenis aglaonema secara umum.
Di Indonesia, aglaonema dikenal juga dengan nama sri rejeki. Adapun di Cina, aglaonema disebut wan nien ching.
Thailand sebagai negara yang maju dalam tanaman hortikultura terus mengembangkan tanaman daun ini. Dari hasil pengembangan tersebut, sekarang telah tampak banyak aglaonema hibrida yang dihasilkan oleh negara Siam tersebut. Warna daun aglaonema pun lebih bervariasi dan berwarna-warni, dari hijau, putih, merah dan kuning. Oleh karena itu, tidak heran jika Thailand kemudian dikenal juga dengan “siamese rainbow” yang berarti pelangi dari Thailand.
Minggu, 27 Januari 2008
Lebih Dekat dengan Aglaonema
Diposting oleh
adhi cahyono
di
06.38
0
komentar
Jumat, 25 Januari 2008
Pot Scape, Perpaduan Pot dan Tanaman
Menghadirkan tanaman dalam rumah merupakan salah satu cara untuk membuat rumah menjadi asri. Umumnya, orang menanam tanaman di halaman depan dan menatanya menjadi sebuah taman. Beberapa jenis tanaman sering dijadikan sebagai elemen lunak taman kemudian ditata secara estetika dan dikombinasikan dengan beberapa elemen keras taman lainnya.
Gasebo, jalan setapak, lampu taman dan patung merupakan beberapa contoh elemen keras taman yang sering digunakan dalam pembuatan taman
Sejauh ini, penanaman tanaman dalam pot biasanya hanya dilakukan secara tunggal. Artinya, dalam satu pot hanya ditanami satu jenis tanaman. Namun, ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan menata beberapa tanaman dalam sebuah pot atau penataan pot tunggal dalam sebuah areal seperti halaman atau sebuah wadah seperti keranjang. Cara seperti ini sangat tepat apabila diterapkan dalam sebuah rumah dengan konsep minimalis, karena tidak menyita banyak ruang. Penyajian taman tersebut dikenal dengan istilah pot scape.
Untuk menghadirkan keindahan beberapa jenis tanaman sebagai kesatuan pot scape tidak banyak membutuhkan pengetahuan, akan tetapi hanya membuthkan ketelitian kreativitas atau jiwa seni dalam menggabungkan serta menatanya. Dengan demikian, tercipta pot scape yang menarik dan indah untuk dipandang.
A. Taman dalam Pot
Taman dalam pot menyajikan beberapa elemen taman,yakni bisa elemen keras maupun elemen lunak yang ditata dalam sebuah pot. Tanaman hias daun maupun tanaman hias bunga merupakan elemen lunak yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pot scape. Sementara elemen keras yang digunakan bisa berupa bebatuan berukuran kecil hingga berukuran medium.
B. Taman Pot
Taman pot merupakan jenis lain pot scape selain taman dalam pot. Sesuai dengan namanya, taman pot merupakan penyajian pot scape melalui rekayasa taman, yakni dengan cara menata pot-pot berisi tanaman membentuk sebuah taman yang bernuansa indah. Dalam hal ini, elemen tanaman yang sudah ditanam dalam pot secara tunggal dipilih dan ditata hingga membentuk sebuah keselarasan. Taman pot bisa diaplikasikan di halaman rumah dengan cara menata tanaman dalam pot menjadi sebuah taman yang atraktif. Dalam pot, bebatuan sering digunakan sebagai center of point (point of view), pemanis atau penutup tanah untuk menyempurnakan penampilan taman pot.
C. Prinsip Dasar Pot Scape
Seperti pembuatan taman pada umumnya, konsep dasar pembuatan pot scape juga mempertimbangkan center point, tema, dan kesatuan (unity) yang mencakup keselarasan warna, gradasi dan kontour taman.
1. Center Point (point of view)
Dalam sebuah pot scape, center point sangat menentukan keindahan dan keserasian. Point of view adalah suatu tanaman yang mempunyai daya tarik lebih (keistimewaan) dibandingkan tanaman lainnya. Jika yang dijadikan point of view berupa tanaman hias daun, biasanya yang digunakan adalah tanaman yang dengan bentuk daun unik atau memiliki perpaduan warna daun yang atraktif. Sosoknya pun biasanya terlihat kompak dan kokoh. Sedangkan apabila yang dijadikan point of view berupa tanaman hias bunga, daya tariknya lebih difokuskan pada bentuk dan warna bunga yang unik. Point of view biasanya dicirikan dengan ukuran, bentuk atau warna tanaman yang kontras dengan elemen lainnya.
Pada beberapa jenis pot scape, point of view tidak hanya berupa tanaman tunggal, melainkan beberapa macam tanaman yang ditampilkan secara massal. Penyajian tanaman secara massal bisa menarik perhatian mata ketika pertama kali memandang dan mengundang untuk terus menikmatinya.
2. Tema
Tema dalam sebuah pot scape memiliki peran yang cukup penting karena secara garis besar pemilihan tata letak elemen-elemen pot scape sangat ditentukan oleh tema yang ingin diusung. Tema-tema natural sering diangkat dalam membuat pot scape, diantaranya taman basah, taman kering dan taman berbunga.
3. Kesatuan (unity)
Kesatuan (unity) sebuah pot scape bertujuan menciptakan keseimbangan, yaitu terciptanya keterpaduan antara bagian kiri dengan bagian kanan pot sehingga walaupun materi serta susunannya tidak simetris, tidak akan terkesan berat sebelah.
Dalam membuat pot scape, perpaduan warna juga perlu dijadikan pertimbangan, yaitu dengan mengupayakan agar komponen warna yang membentuk sebuah pot tidak saling bertabrakan satu dengan lainnya. Bahkan, hadirnya warna tertentu semestinya menjadi penunjang kehadiran warna lainnya.
Tektur dalam pot scape dibentuk dari ukuran dan bentuk dedaunan tanaman yang digunakan. Beberapa jenis tanaman ada yang bertekstur lembut, seperti aglaonema atau keladi hias. Namun beberapa tanaman yang bertektur kasar juga sering dijadikan pada pot scape, sebagai contoh kriptantus. Dalam pembuatan pot scape bisa jadi tanaman yang digunakan adalah salah satu tektur tersebut atau bahkan menggunakan keduanya,
Gradasi elemen taman ditunjukan dengan ketinggian tanaman maupun faktor pendukung taman. Biasanya, tanaman yang lebih tinggi ditempatkan di bagian belakang atau tengah sebagai background pot scape. Sementara bagian pinggir atau depan diisi dengan jenis tanaman yang lebih pendek sebagai coverground.
Pustaka
Harjanto H, Praayugo S. 2007. Pot Scaping, Membuat Taman Pot. Penebar Swadaya. Jakarta.
Diposting oleh
adhi cahyono
di
00.04
0
komentar
Selasa, 22 Januari 2008
Perawatan Cupang Hias setelah Kontes
Stamina atau kondisi tubuh cupang hias yang baru saja selesai mengikuti kontes biasanya agak menurun. Akibatnya, cupang hias tersebut menjadi kurang bergairah. Kondisi tubuh yang demikian menjadi sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian ekstra terhadap cupang hias agar dapat disiapkan untuk ajang kontes selanjutnya. Adapun perawatannya sebagai berikut :
• Rawat ikan pada akuarium dengan ketinggian air cukup 7-9 cm agar sirip ekornya yang panjang tidak menggantung.
• Ganti air dua hari sekali dan teteskan obat anti bakteri seperti Root Stop, Blitz Icth atau Super Internal dengan dosis 1 tetes untuk 5 akuarium.
• Jemur akuarium berisi ikan tersebut di panas matahari antara pukul 07.30-09.00 agar warna tubuh tetap cemerlang
• Beri pakan alami secara rutin minimal empat kali sehari berupa larva nyamuk dan pakan tambahan berupa daging udang segar yang diiris kecil (sebesar biji kacang hijau). Pakan udang sangat baik diberikan karena mengandung karoten yang dapat menambah kecerahan warna tubuh, terutama warna merah.
• Untuk memperbesar ukuran tubuh, ke dalam pakan dapat ditambahkan cacing darah beku (frozen blood worm) karena banyak mengandung lemak
Selain kegiatan perawatan tersebut, cupang hias yang baru mengikuti kontes masih perlu diberi latihan fisik agar mampu mengembangkan sirip-siripnya secara maksimal. Latihan fisik ini dilakukan setiap hari minimal sepuluh menit pada waktu cupang hias sedang dijemur.
Jangan memasukkan cupang betina ke dalam akuarium untuk merangsang agresivitasnya. Ini disebabkan cupang hias akan menjadi malas mengembangkan siripnya dan hanya sibuk membuat sarang busa di pojok akuarium.
pustaka
Perkasa BE. 2001. Merawat Cupang Hias untuk Kontes. Penerbar Swadaya. Jakarta.
Diposting oleh
adhi cahyono
di
04.36
0
komentar
Keindahan dan Daya Tarik Cupang Hias
Bagi orang yang memiliki kreativitas dan menyukai kompetensi, kehadiran taman di sekitar rumah dan keindahan panorama di dalam akuarium belumlah memuaskan. Biasanya mereka memilih jenis ikan yang dapat dikonteskan seperti diskus atau koi. Namun sayangnya kedua jenis ikan tersebut dikenal cukup rumit perawatannya dan harganya pun tidak mudah terjangkau setiap kalangan. Akibatnya, banyak hobiis ikan hias berpaling ke cupang slayer yang harganya relatif lebih murah dan sarat dengan ajang kompetisi.
Bagi para hobiis ikan yang menyukai kebersihan, memilih cupang hias sebagai ikan kesayangan sangat cocok. Ini disebabkan ikan yang berekor rumbai-rumbai ini selalu mengharapkan air yang bersih sebagai media tempat tinggalnya.
Ditinjau dari harganya, ikan ini dapat dijangkau semua kalangan. Cupang hias. Cupang hias yang masih kecil, misalnya dapat diperoleh dengan harga Rp 2.000,00-5.000,00 per ekor. Harga tersebut bisa lebih tinggi lagi kalau bentuk tubuhnya unik atau kombinasi warnanya sudah sangat menarik. Walaupun masih kecil bisa mencapai Rp 15.000,00-50.000,00. Apabila sudah besar dan keindahan sirip-siripnya sudah tampak, harganya akan semakin tinggi. Di awal tahun 2001, harga cupang hias dewasa di pasaran mencapai Rp 200.000,00-500.000,00, tergantung ukuran tubuhnya. Bagi penangkar maupun pedagang, mahalnya cupang di pasaran merupakan peluang menggiurkan.
Untuk merawat cupang hias tidaklah terlalu sulit. Pakannya cukup berupa kutu air (Dapnia sp.) atau larva nyamuk yang dengan mudah dapat diperoleh dari alam. Hanya airnya saja yang harus selalu bersih.
Pustaka
Perkasa BE. 2001. Merawat Cupang Hias untuk Kontes. Penerbar Swadaya. Jakarta.
Diposting oleh
adhi cahyono
di
04.34
0
komentar