Selasa, 22 Januari 2008

Perawatan Cupang Hias setelah Kontes

Stamina atau kondisi tubuh cupang hias yang baru saja selesai mengikuti kontes biasanya agak menurun. Akibatnya, cupang hias tersebut menjadi kurang bergairah. Kondisi tubuh yang demikian menjadi sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian ekstra terhadap cupang hias agar dapat disiapkan untuk ajang kontes selanjutnya. Adapun perawatannya sebagai berikut :
• Rawat ikan pada akuarium dengan ketinggian air cukup 7-9 cm agar sirip ekornya yang panjang tidak menggantung.
• Ganti air dua hari sekali dan teteskan obat anti bakteri seperti Root Stop, Blitz Icth atau Super Internal dengan dosis 1 tetes untuk 5 akuarium.
• Jemur akuarium berisi ikan tersebut di panas matahari antara pukul 07.30-09.00 agar warna tubuh tetap cemerlang
• Beri pakan alami secara rutin minimal empat kali sehari berupa larva nyamuk dan pakan tambahan berupa daging udang segar yang diiris kecil (sebesar biji kacang hijau). Pakan udang sangat baik diberikan karena mengandung karoten yang dapat menambah kecerahan warna tubuh, terutama warna merah.
• Untuk memperbesar ukuran tubuh, ke dalam pakan dapat ditambahkan cacing darah beku (frozen blood worm) karena banyak mengandung lemak
Selain kegiatan perawatan tersebut, cupang hias yang baru mengikuti kontes masih perlu diberi latihan fisik agar mampu mengembangkan sirip-siripnya secara maksimal. Latihan fisik ini dilakukan setiap hari minimal sepuluh menit pada waktu cupang hias sedang dijemur.
Jangan memasukkan cupang betina ke dalam akuarium untuk merangsang agresivitasnya. Ini disebabkan cupang hias akan menjadi malas mengembangkan siripnya dan hanya sibuk membuat sarang busa di pojok akuarium.

pustaka
Perkasa BE. 2001. Merawat Cupang Hias untuk Kontes. Penerbar Swadaya. Jakarta.

Tidak ada komentar: