Jumat, 25 Januari 2008

Pot Scape, Perpaduan Pot dan Tanaman

Menghadirkan tanaman dalam rumah merupakan salah satu cara untuk membuat rumah menjadi asri. Umumnya, orang menanam tanaman di halaman depan dan menatanya menjadi sebuah taman. Beberapa jenis tanaman sering dijadikan sebagai elemen lunak taman kemudian ditata secara estetika dan dikombinasikan dengan beberapa elemen keras taman lainnya.
Gasebo, jalan setapak, lampu taman dan patung merupakan beberapa contoh elemen keras taman yang sering digunakan dalam pembuatan taman

Sejauh ini, penanaman tanaman dalam pot biasanya hanya dilakukan secara tunggal. Artinya, dalam satu pot hanya ditanami satu jenis tanaman. Namun, ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan menata beberapa tanaman dalam sebuah pot atau penataan pot tunggal dalam sebuah areal seperti halaman atau sebuah wadah seperti keranjang. Cara seperti ini sangat tepat apabila diterapkan dalam sebuah rumah dengan konsep minimalis, karena tidak menyita banyak ruang. Penyajian taman tersebut dikenal dengan istilah pot scape.
Untuk menghadirkan keindahan beberapa jenis tanaman sebagai kesatuan pot scape tidak banyak membutuhkan pengetahuan, akan tetapi hanya membuthkan ketelitian kreativitas atau jiwa seni dalam menggabungkan serta menatanya. Dengan demikian, tercipta pot scape yang menarik dan indah untuk dipandang.
A. Taman dalam Pot
Taman dalam pot menyajikan beberapa elemen taman,yakni bisa elemen keras maupun elemen lunak yang ditata dalam sebuah pot. Tanaman hias daun maupun tanaman hias bunga merupakan elemen lunak yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pot scape. Sementara elemen keras yang digunakan bisa berupa bebatuan berukuran kecil hingga berukuran medium.
B. Taman Pot
Taman pot merupakan jenis lain pot scape selain taman dalam pot. Sesuai dengan namanya, taman pot merupakan penyajian pot scape melalui rekayasa taman, yakni dengan cara menata pot-pot berisi tanaman membentuk sebuah taman yang bernuansa indah. Dalam hal ini, elemen tanaman yang sudah ditanam dalam pot secara tunggal dipilih dan ditata hingga membentuk sebuah keselarasan. Taman pot bisa diaplikasikan di halaman rumah dengan cara menata tanaman dalam pot menjadi sebuah taman yang atraktif. Dalam pot, bebatuan sering digunakan sebagai center of point (point of view), pemanis atau penutup tanah untuk menyempurnakan penampilan taman pot.
C. Prinsip Dasar Pot Scape
Seperti pembuatan taman pada umumnya, konsep dasar pembuatan pot scape juga mempertimbangkan center point, tema, dan kesatuan (unity) yang mencakup keselarasan warna, gradasi dan kontour taman.
1. Center Point (point of view)
Dalam sebuah pot scape, center point sangat menentukan keindahan dan keserasian. Point of view adalah suatu tanaman yang mempunyai daya tarik lebih (keistimewaan) dibandingkan tanaman lainnya. Jika yang dijadikan point of view berupa tanaman hias daun, biasanya yang digunakan adalah tanaman yang dengan bentuk daun unik atau memiliki perpaduan warna daun yang atraktif. Sosoknya pun biasanya terlihat kompak dan kokoh. Sedangkan apabila yang dijadikan point of view berupa tanaman hias bunga, daya tariknya lebih difokuskan pada bentuk dan warna bunga yang unik. Point of view biasanya dicirikan dengan ukuran, bentuk atau warna tanaman yang kontras dengan elemen lainnya.
Pada beberapa jenis pot scape, point of view tidak hanya berupa tanaman tunggal, melainkan beberapa macam tanaman yang ditampilkan secara massal. Penyajian tanaman secara massal bisa menarik perhatian mata ketika pertama kali memandang dan mengundang untuk terus menikmatinya.
2. Tema
Tema dalam sebuah pot scape memiliki peran yang cukup penting karena secara garis besar pemilihan tata letak elemen-elemen pot scape sangat ditentukan oleh tema yang ingin diusung. Tema-tema natural sering diangkat dalam membuat pot scape, diantaranya taman basah, taman kering dan taman berbunga.
3. Kesatuan (unity)
Kesatuan (unity) sebuah pot scape bertujuan menciptakan keseimbangan, yaitu terciptanya keterpaduan antara bagian kiri dengan bagian kanan pot sehingga walaupun materi serta susunannya tidak simetris, tidak akan terkesan berat sebelah.
Dalam membuat pot scape, perpaduan warna juga perlu dijadikan pertimbangan, yaitu dengan mengupayakan agar komponen warna yang membentuk sebuah pot tidak saling bertabrakan satu dengan lainnya. Bahkan, hadirnya warna tertentu semestinya menjadi penunjang kehadiran warna lainnya.
Tektur dalam pot scape dibentuk dari ukuran dan bentuk dedaunan tanaman yang digunakan. Beberapa jenis tanaman ada yang bertekstur lembut, seperti aglaonema atau keladi hias. Namun beberapa tanaman yang bertektur kasar juga sering dijadikan pada pot scape, sebagai contoh kriptantus. Dalam pembuatan pot scape bisa jadi tanaman yang digunakan adalah salah satu tektur tersebut atau bahkan menggunakan keduanya,
Gradasi elemen taman ditunjukan dengan ketinggian tanaman maupun faktor pendukung taman. Biasanya, tanaman yang lebih tinggi ditempatkan di bagian belakang atau tengah sebagai background pot scape. Sementara bagian pinggir atau depan diisi dengan jenis tanaman yang lebih pendek sebagai coverground.

Pustaka
Harjanto H, Praayugo S. 2007. Pot Scaping, Membuat Taman Pot. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tidak ada komentar: